Sebelum suamiku ke batam seminggu yang lalu, aku sudah mempersiapkan beberapa kebutuhan penghilang stress karna ditinggal pergi. Aku membeli sebuah film berjudul the other boleyn girl untuk kutonton sendiri. Ada juga beberapa komik detektif berjudul Detektif school Q (DDS)(—>mantabs). Malam-malam awal aku ditinggal suamiku Aku habiskan dengan membaca komik serial DDS, wheeew… lumayan keren, gak kalah keren dibanding kan Conan. Tapi ada satu judul serial detektif yg bisa ngocok perut, judulnya ‘The great detective kiyoshiro yumemizo’ itu komik asalnya dari korea, ceritanya sih tentang detektif… tapi ngocol. Coba deh pada baca. Disatu malam yang udah pasti waktu itu aku lagi sussseh tidur. Aku buka DVD filem ‘the other boleyn girl’ yang aku beli sebelum suamiku berangkat. Awalnya blank ini film sebenarnya mengenai apa. Maklum Aku yang senang dengan Film2 kerajaan Inggris dan kolosal hanya melihat sipnosis sedikit langsung ambil buat ditonton. sebelumnya aku belum pernah membaca sejarah Inggris. Aku tonton film itu sampai habis. Dan aku takjub dengan informasi yang disampaikan. Aku berfikir, benarkah adanya seperti itu. film ini diawali dengan kisah 3 orang kakak beradik yang amat sangat dekat (marry, Anne, dan adik lelakinya george), Marry baru saja menikah dengan suami yang sangat baik. Sedangkan di istana, King Henry VIII yang istri pertamanya tidak mampu memberikan putra sebagai penerus, akhirnya mencari seseorang yang bisa dikatakan sebagai selir untuk melahirkan seorang putra. Petinggi kerajaan yang saat itu juga berperan sebagai paman dari marry, anne dan adik lelakinya mencoba untuk menjodohkan keponakannya Anne kepada Raja dengan maksud menyusun strategi penghianatan untuk Raja. Namun tidak disangka Henry justru menyukai Marry dengan kelembutannya, Akhirnya Selir didapatkan dari seorang wanita yang telah bersuami dan adik kandungnya (Marry dan Anne), karena titah sang raja Marry yang bersuami mau tidak mau harus mau dibawa ke istana. Sedangkan adiknya yang kala itu dihinggapi cemburu buta karena sang raja lebih memilih Kakaknya Marry untuk melahirkan anak, akhirnya mencoba sebuah cara "keangkuhan’ yang memancing sang raja untuk mendekatinya. Henry III terpancing karena penasaran atas kesombangan Anne dan penolakan2 hadiah yang diberikan Henry. bahkan ketika henry ingin lebih dekat dengan Anne, Anne menyuruh Henry untuk menceraikan Istri pertamanya yaitu Ratu catherine of Aragon yang kala itu dikagumi Rakyat Inggris. Henry mencoba berbagai cara agar dapat bercerai dengan sang ratu, bahkan dihari kelahiran putranya dari Marry, ia sedikitpun tidak menegur dan berbicara dengan marry karena telah melahirkan seorang putra kebanggaan akibat dari janjinya pada Anne bahwa ia tidak akan menemui Marry. Tujuan Anne berhasil, Ia akhirnya dapat menikahi henry III karena kegigihannya dan menyandang gelar Queen. Dikala itu hubungannya dengan Marry sang kakak dan adik lelakinya sudah membaik (Dulunya pun mereka sangat akrab). Sayang penderitaan Anne ternyata datang lebih cepat. Anak yang dilahirkannya adalah perempuan diberi nama Elizabeth yg dikenal dengan Queen Elizabeth I, Ia sangat ketakukan bahwa Henry akan kecewa dan mencari wanita lain. Beberapa waktu kemudian ia hamil lagi namun ditengah malam ia harus keguguran. dan disaat itulah puncak kebodohannya terjadi. Dia bingung, stress, dan hampir gila.. ketika dia menyuruh adik lelakinya untuk membuatnya hamil. Namun skandal ini diketahui oleh jane yang tidak lain istri dari adk lelakinya. Dengan perasaan putus asa jane mengadukan skandal suaminya bersama kakak iparnya kepada henry. Beritapun menyebar, keputusan pengadilan akhirnya ditetapkan bahwa Anne dan George harus menerima hukuman pancung atas tindakan adultary (zina), incest (hubungan intim dengan saudara kandung), dan high treason (penghianatan tingkat tinggi.
Beberapa hal yang dapat aku ambil dari Film ini: Bahwa Kehidupan kerajaan inggris pada jaman itu dapat dikategorikan sebagai jaman Jahiliah Di Inggris. bagaimana tidak, hanya karena keinginan Raja seorang suami harus rela istrinya diambil oleh raja untuk melahirkan seorang putra yang bukan dari darahnya. Lalu Anne yang ketika itu diam2 juga menyukai seorang pejabat kerajaan dan menikah juga harus rela dipisahkan oleh ayah dan pamannya demi ambisi pamannya atas penghianatan kepada raja. Kemudian akibat ulah raja yang menginginkan anak lelaki, seorang istri (anne) yang kala itu dihinggapi rasa cemburu buta jadi berfikir keras agar keguguran kandungannya tidak diketahui raja dan memilih jalan pintas dengan menyuruh adik lelakinya untuk membuatnya hamil.
Uuuffffff….. Zaman apa ini?
selain itu dalam film ‘Other boleyn girl’ ini sebenarnya yang jadi sorotan adalh Marry sebagai other boleyn girl (setidaknya itu yang aku lihat)
untuk sejarah aslinya nih aku sadur dari wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Anne_Boleyn (untuk lebih lengkapnya)
Anne Boleyn
From Wikipedia, the free encyclopedia
- For the heavy metal singer, see; Ann Boleyn (singer)
Anne Boleyn, 1st Marchioness of Pembroke (1501/1507–19 May 1536) was a Queen Consort of England, the second wife of King Henry VIII and the mother of Queen Elizabeth I.
Henry’s marriage to Anne, and her subsequent execution, made her a key
player in the political and religious upheaval that was the start of
the English Reformation. The daughter of Sir Thomas Boleyn and his wife, Lady Elizabeth Boleyn (born Lady Elizabeth Howard), Anne was of more noble birth than either Jane Seymour or Catherine Parr, two of Henry VIII’s later wives. She was educated in Europe, largely as a lady-in-waiting to Queen Claude of France. She returned to England in 1522.
In 1525, Henry VIII became enamoured with Anne and began his pursuit
of her. Anne resisted the King’s attempts to seduce her and refused to
become his mistress, as her sister, Mary Boleyn, had done. It soon became the one absorbing object of the King’s desires to secure an annulment from his wife, Catherine of Aragon so he could marry Anne. When it became clear that Pope Clement VII was unlikely to give Henry an annulment, the breaking of the power of the Roman Catholic Church in England began.
Cardinal Wolsey was dismissed from public office, allegedly at Anne Boleyn’s instigation, and later the Boleyn family’s chaplain, Thomas Cranmer, was appointed Archbishop of Canterbury. The wedding between Henry and Anne took place on 25 January 1533. On 23 May 1533,
Cranmer declared the marriage of Henry and Catherine null and void.
Five days later, Cranmer declared the marriage of Henry and Anne to be
good and valid. Soon after, the Pope launched sentences of excommunication against Henry and the Archbishop. As a result of this marriage, the Church of England broke with Rome and was brought under the King’s control.
Anne was crowned Queen Consort of England on 1 June 1533. Later that year, on 7 September, Anne gave birth to a baby girl who would one day reign as Queen Elizabeth I of England. Anne failed to quickly produce a male heir; two and a half years after their wedding, a plot was led by Sir Thomas Cromwell to replace her.
Although the evidence against her was unconvincing, Anne was beheaded on charges of adultery, incest, and high treason
in 1536. Following the coronation of her daughter Elizabeth as Queen,
Anne was venerated as a martyr and heroine of the English Reformation,
particularly through the works of John Foxe. Over the centuries, Anne has inspired or been mentioned in numerous artistic and cultural works.
As a result, she has remained strong in the popular memory and Anne has
been called "the most influential and important queen consort England
has ever had".[1]